Tuesday, October 27, 2009

BALADA SEORANG GADIS KECIL.

http://www.youtube.com/watch?v=JUynGMcp6g0

Gadis kecil itu telah bertahun, dikecam derita,
Di khemah pelarian, yang menjanjikan dukacita.

Munir tak mengenal erti cinta, telah kering airmata,
menangisi kematian, ayah bonda dan saudara.

Pada suatu senja langit Shatila,
Menyaksikan pembunuhan, anak kecil dan wanita,

Munir ditembak penuh luka, tapi ajalnya belum tiba,
Kerana Tuhan mengasihi dia.

Peristiwa hitam 17 September, telah menjadi bukti,
Sempurnalah kekejaman suatu bangsa yang sombong dan hina.

Berapa banyak lagi, gadis kecil tak berdosa,
akan menjadi mangsa, kekejaman manusia.

Berapa abad lagi gadis kecil seperti Munir,
Akan menjadi korban, peperangan.

Zubir Ali (17 Disember 1982).

Saturday, October 10, 2009

5 Simple And Cheap Ways To Detox Your Body Naturally

Yes, it's now time to give some attention to your beautiful and very clever body. Without any added stresses such as fatty foods, bad diets, excess sugar, chemicals, toxins, environmental pollution and your own "mental miss use" such as stress (which is highly toxic as it releases free radicals which accelerates aging) your body could quite efficiently detox itself via the skin (your largest organ) along with other key organs and circulatory systems.

However in the world we live today our bodies need all the extra support they can get for the efficient removal of harmful toxins.

Rather than give you an extensive list which can be overwhelming I felt it best to highlight five potent habits which are simple yet highly effective in detoxing your body naturally. Firstly, I'm keen to share my personal favourite.

Body brushing rocks:

I'm in love with body brushing and have been for years. It was when visiting my iridologist years ago he detected that my skin was not breathing at all. Even though my skin look perfectly fine to me, dead skin cells were invisibly lying on its surface blocking the elimination of toxins. This then put more pressure on my internal organs. Way back then the concept of my skin breathing was a total life changing awakening for me.

I immediately began giving full attention not just to my face and hands but to my entire skin covering my body. It soon started to breathe and detox with joy. The most obvious difference personally was increased energy levels.

Both sweating through the skins pores and dry or wet body scrubbing are fabulous ways for the skin to assist the body in detoxing naturally.

Five simple ways to detox your body naturally:

1. Dry body brushing:

It's easy, takes no more than five minutes before you shower and anyone can do it. Buy a brush mit or body brush (long brush is good so you can reach all the tricky places) from any health food store and give your entire body the attention, cleansing and stimulation it deserves.

Before you get into the shower or bath start by scrubbing the skin with gentle circular motions. This supports:

* removing dead skin cells

* unblocking pores

* stimulation of your lympathic system (very important)

* helps your skin breathe which in turn can oxygenate the body

In addition to a gentle circular motion you can vigorously scrub the skin which helps with cellulite and the removal of toxins at a deeper level.

2. Drinks lots of water:

Yes, I know boring, tricky for me to do in Winter but quite easy to manage in Summer when I tend to be thirster more often.

Drink as much fresh water as you can. Water flushes unwanted toxins from your body and keeps your brain sharp. Foggy thinking sets in when you are dehydrated.

Soft drinks, teas and coffees are not a substitute for water.

To make sure I remind myself to have lots of water during the day I have three glass water bottles. One beside my bed, one I take in the car and the other one beside the computer. I often leave one beside my handbag simply to remind me to take it with me when I'm going out. Even if I'm only going out for five minutes I'll still take it with me to keep the momentum flowing.

3. Focus on your breath:

The majority of people walking around this planet today have forgotten to breathe. Breathing can quickly make your thinking excited or calm, tense or relaxed, gentle and clear. Deep, slow and conscious breathing is the key to oxygenating your lungs, bloodstream, heart and whole brain.

Correct breathing (slow and deep) supports the removal of an enormous amount of carbon dioxide from your lungs and toxic gases from your body. It's also useful to imagine all stress, worries and laziness being released from your body as you exhale.

Opportunities to focus on your breathe throughout your day:

1. Before you get out of bed

2. Before you drive off in your car

3. Whilst sitting at your computer periodically during the day

4. Before you begin cooking

4. Sweat once a day:

Sweating regenerates your skin and helps detox the body. Living in a humid climate as I do in Queensland, Australia doesn't require much effort in getting the body to sweat. Couple this with drinking lots of water and you are well on the way to simply detoxifying your body. A sauna is another easy way to sweat with minimal effort on your part.

However exercise until you sweat is the ultimate way to detox the body as there are many many benefits with the physical work out as well.

Bikram yoga which I must admit to have not yet tried but have many friends that do is another option for allowing the body to sweat naturally. A bikram yoga class room is heated to 37 degrees (around the same temperature as our bodies temperature) and gives you the cleansing and detoxing benefits of a sauna along with the cleansing and detoxing benefits of certain yoga poses.

Here is a short youtube video on Bikram yoga in action.

5. Stretch:

Stretching improves blood circulation and releases toxins from your body. It is through my yoga practice, particularly the body twists which gently encourage the internal organs to release toxins. If you have never done yoga before I highly recommend it.

If getting to a yoga, tai chi, dance or stretch class is difficult there are lots of fabulous DVD's that you can buy for use in your own home or search you tube to learn more about stretching sequences you can do in your own home.

Thanks for reading my article.

Peace, love and lots of healthy bodies to you all, Carole.

Similar articles:

Detox your money worries: Free wealthy habits calender

Delete obstacles and welcome a rush of new opportunities:

Vitamins that fuel your soul:

Carole is a freelance writer and facilitator of a Womens rejuvenation retreats in Bali.

Her blog The Healthy Living Lounge offers regular doses of inspiration, comfort and wisdom for your body, mind and soul.

http://www.thehealthylivinglounge.com

Wednesday, September 30, 2009

Cinta ada...

video

Pertama kali dengar dah sememangnya ada cinta melekat pada lagu ni. Lirik dan melodinya menyentuh perasaan yang kecil ini ;)

Andai aku butakan mata
Dapatkah kau mendengarkan jujurnya
Andai engkau tutup telinga
Dapatkah kau melihat keikhlasannya

Aku cinta bukan dibayang mata
Jauh dari bahasa
Dekatkan ertinya
Aku cinta bukannya disengaja
Jauh dari wasangka
Dekatkan hatinya
Memang cinta ada dalam jiwa kita….

Andainya cinta itu buta
Dapatkah kau mengubah personanya
Andai mengalir air mata
Dapatkah kau membezakan jernihnya..

Aku cinta bukan dibayang mata
Jauh dari bahasa
Dekatkan ertinya
Aku cinta bukannya disengaja
Jauh dari wasangka
Dekatkan hatinya
Memang cinta ada dalam jiwa kita….

Oh mengapa ada saksi yang tak memahami
Ooo…oh..mengapa ada saksi yang disalah erti
Oh..aku cinta..oh..jauh dari bahasa
Aku cinta bukan dibayang mata
Jauh dari bahasa
Dekatkan ertinya
Aku cinta bukannya disengaja
Jauh dari wasangka
Dekatkan hatinya
Memang cinta ada dalam jiwa kita….(2x)

Tuesday, September 29, 2009

Tazkirah Selasa: Cahaya dihari Kiamat & Adab mendengar azan

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :

* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yangketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan."

Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil airsembahyang sebelum azan.

Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi.

"Kala Jengking Neraka Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yangbernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi. Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari? "Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang. Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya. Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak. "Simpanlah baik2 amanat ini dan sebagai peringatan kita setiap hari."

Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga ke akhir hayat, Insya'Allah Alangkah berbahagianya anda semua yang mempunyai anak lelaki dan dididik pula melaungkan azan di masjid2 mahupun disurau2... Amin. Wassalam.

Semoga Allah merahmati kita semua dan mengampuni segala dosa2 kita yanglalu dan hari ini. Azan adalah dakwah yang paling utama sekali kerana ianya mengajak kita membuat kebaikan dan mengingati Allah swt. Secara tidak sedar kita sentiasa didakwah sebanyak 5 kali sehari. Cubalah hayati setiap perkataan dan jawaplah seperti yang disarankan. Bagi orang yang melaungkan azan pula jika dia berniat untuk seluruh alam (spt yang disarankan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim alaihisallam) muazin itu akan mendapat pahala umat islam seluruh alam yang bersolat pada hari itu. Begitulah kelebihannya yang Allah beri. Wassallam.

ADAB MENDENGAR AZAN
Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ' sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang . Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah.." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

"Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah. ."semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbala'lamin.."

Epilog Sebuah Cinta Dua Insan....hukhukhuk

Di sini ku berjanji disaksi rembulan
Andainya ku pergi dulu
Jikalau ku pergi dulu
Ku nantimu di pintu syurga


Pasangan yang bercinta, mereka mencari syurga. Mencari bahagia dan kepuasan santapan jiwa. Biar runtuh awan di langit, biar gegar di lantai bumi, lautan api sanggup direnangi. Itulah kuasa cinta. Pengorbanan yang ditawarkan demi sebuah cinta, yang menjanjikan bahagia.
Tiada insan yang sengaja mencari derita. Seperti ikan mencari air, si dahaga mendamba seteguk minum, mata mengantuk mencari bantal, demikianlah setiap insan mengerumuni cinta. Demi sesuatu yang menjanjikan bahagia. Namun dalam asyiknya manusia bercinta, di kala itu jualah manusia semakin derita. Rumahtangga musnah, hidup berantakan. Tatkala inai masih di jari, anak belum pun sempat berdiri, tiang rumah dan tangga cinta roboh dirempuh badai.
Luar biasa…

Mereka bukan dipaksa menerima. Kahwin itu bukan kahwin dera atau kahwin paksa. Ia adalah cinta sama cinta, suka sama suka. Jika kedua belah pihak sudah saling menerima dan kenal isi kulit pasangan sehati sejiwa, di manakah cacat di manakah celanya hingga hujan tidak sempat menunggu petang?
Bukankah syurga dunia yang dibina itu mahu dilangsungkan hingga ke Syurga Sana?
Pada hari itu teman-teman akrab setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang perhubungannya berdasarkan Taqwa [al-Dzukhruf 43: 67]

Itulah realitinya.

Bahawa biar sehangat mana pun cinta yang membakar perhubungan dua insan yang berkasih sayang, mereka akan menjadi musuh di antara satu sama lain di padang Mahsyar. Jika dahulunya mereka menolak pertolongan yang ditawarkan demi kebahagiaan sebenar, hari itu mereka pula saling bermusuh dengan permusuhan yang tidak lagi mampu ditolong.
Mengapa cinta menjadi permusuhan?
Apakah yang menguji manusia di Mahsyar hingga pasangan yang akrab menjadi musuh yang saling mementingkan diri?
Sesungguhnya Mahsyar itu mengheret manusia kepada sebuah TEKANAN. Itulah ujian terbesarnya. Segala yang didustakan selama ini terbentang di depan mata. Barulah kelihatan kesan segala perbuatan. Bahawa dunia memang sementara, namun kesan amal berkekalan selamanya. Dan hari Mahsyar itu setiap insan berada di bawah TEKANAN yang maha dahsyat.
Ibu sanggup menggadaikan anak demi untuk menyelamatkan diri.
Dua kekasih sanggup mengorbankan pasangannya demi terbebas dari seksaan yang sedang menanti. Dalam keadaan yang begitu terdesak dan penuh tekanan, cinta berubah menjadi permusuhan. Dua kekasih saling menyerang pasangan masing-masing, mementingkan diri, demi sebuah keselamatan.
Kecuali manusia bertaqwa.

Wahai pasangan yang bermadu kasih, ingatkah kalian pada khutbah yang mengiringi lafaz AKU TERIMA NIKAHNYA suatu hari dahulu? Tiga ayat yang dibacakan kepadamu, segalanya berbicara tentang TAQWA. Pesan itu adalah pesan Tuhanmu. Pesan yang disampaikan di lisan Nabimu. Pesan yang diperpanjangkan kepada khutbah nikahmu. Bahawa tiada bahagia tanpa taqwa. Hanya derita pemusnah cinta, manusia tersungkur di pantai derita, meneguk neraka dunia sebelum Neraka di Sana. Neraka dunia yang menghancurkan bahagia datang bersama tekanan. Ujian yang amat menghimpit beban. Soal anak, soal pekerjaan, soal keinginan, soal ketidakpuasan, soal kemahuan, soal kesangsian. Rumahtangga yang belayar di tasik madu, menjelang senja dihiris sembilu.
"Lepaskan saya. Saya sudah tidak sanggup lagi," bentak isteri yang terbeban oleh tekanan perasaan.
"Sabarlah isteriku. Mari duduk mencari petunjuk," pujuk suami dengan linangan air mata.
Anak-anak menggeletar terperosok di sudut gementar. Melihat ayah dan ibu bergaduh cakar mencakar.
"Bukankah kami hadir kerana cintamu?" bisik si anak kepada hatinya, merayu kepada Tuhan agar mendamaikan sepasang insan tempat dirinya berpaut hidup.
"Sudah-sudah. Tidak perlu dibincang-bincangka n lagi. Lepaskan saya. Hantarkan saya balik ke rumah emak di kampung!" si isteri terus mengamuk.
"Bagaimana dengan anak-anak kita?" suami merenung wajah anak-anak yang kebingungan. Terasa hangat pipi dihujani hiba.

"Semuanya salah abang. Sudah berapa kali saya beri peluang. Abang masih tidak berubah. Abang bekerja untuk keluarga, hingga hancur keluarga. Kalau selama ini kami bahagia tanpa abang, kenapa perlu lagi saya menderita menanti abang. Saya ada cita-cita sendiri!" si isteri mengesat wajahnya dengan lengan. Kata-katanya penuh simpang siur perasaan. Tidak pasti apa yang dimahukan.
Kecuali sebuah penceraian…

SUATU HARI NANTI

Suatu hari nanti
Kau akan tahu sucinya cintaku
Kau akan menyesal
Dan kau sebut namaku selalu
Suatu masa nanti
Kan terhurai segala rahsia
Bahawa cintaku kepadamu
Abadi selamanya
Kau akan menangis
Menatap gambarku
Gambar-gambar kita
Pasangan yang istimewa
Oleh itu kasih
Janganlah terburu
Jangan ikut rasa
Kelak jiwa kan merana
Perkara yang kecil
Jangan suka dibesar-besarkan
Perkara yang samar
Jangan pula dibenar-benarkan
Usahlah dibunuh
Kecintaan ini
Biarkan bersemi
Sampai kekal dan abadi

Lagu dan Lirik: Suhaimi Mior Hassan

Tekanan bukan sahaja menjadikan seorang kekasih memusuhi kekasihnya di Akhirat, bahkan tekanan itu juga menghilangkan cinta tatkala menempuh kehidupan dunia. Hingga tidak sempat-sempat menuju penceraian, semata-mata ingin lari daripada sebuah tekanan. Itulah yang banyak berlaku hari ini.

Pelik sekali, setelah ghairah bercinta kita melangkah ke alam rumahtangga. Belum sempat anak membesar bergegas pula menuju penceraian. Dan janggal sekali, selepas bercerai barulah timbulnya damai. Boleh keluar makan bersama, boleh bergilir melayan anak-anak. Suami isteri payah serasi, biar sekadar teman yang mesra. Semuanya kerana gagalnya manusia, menguruskan tekanan, realiti kehidupan. Justeru wahai insan yang mabuk cinta, siasatlah benang yang menyulam kasihmu. Apakah ia sebuah taqwa, atau cinta buta yang tidak berpijak di bumi nyata? Sesungguhnya cinta yang tidak bersendikan taqwa adalah cinta yang berakhir dengan permusuhan. Jika tidak di neraka dunia, pastinya Neraka abadi di alam Sana.

"… kecuali orang-orang yang bertaqwa" [al-Dzukhruf 43: 67]

"(Mereka diberi penghormatan serta diseru oleh Allah Taala dengan firman-Nya): "Wahai hamba-hambaku! Pada hari ini kamu tidak akan merasai sebarang kebimbangan dan kamu pula tidak akan berdukacita. (Mereka itu ialah) orang-orang yang beriman akan ayat-ayat keterangan Kami, serta mereka menjadi orang-orang Islam yang taat patuh. (Mereka diberi sebaik-baik balasan dengan dikatakan kepada mereka) : "Masuklah kamu ke dalam syurga bersama-sama isteri-isteri kamu, dengan menikmati sepenuh-penuh kegembiraan dan kesenangan" [al-Dzukhruf 43: 68-70]

Tidak mungkin Syurga di Akhirat menjadi habuan kita, andai dunia bersalut neraka. Dunia ladang Akhirat, apa yang disemai pada hidup yang sementara ini, itulah tuaian di Akhirat yang kekal abadi.

Berjuanglah berbekalkan taqwa untuk mengharungi epilog sebuah cinta, hingga terkecap syurga dunia. Berjuanglah sampai mengecap bahagia perjuangan, rumahku syurgaku, baiti jannati…
Kejayaan bukan sebuah destinasi, ia adalah sebuah perjalanan.
Bercintalah sampai ke Syurga, wahai dua insan bercinta.

ABU SAIF @ www.saifulislam. com
68000 Ampang

Wednesday, September 16, 2009

Palestin itu jauh dari kita..









Pada kita derita itu
pada gagalnya peperiksaan
laparnya perut pada makanan
putus cinta pada kekasih pujaan
jauhnya ibu ayah dari dakapan
juga habisnya duit dalam bekalan

Pada mereka derita itu
Apabila rumah kediaman digesel trak
Harta benda serba serbi dirompak
maruah keluarga dipijak-pijak
anak bini dicincang oleh manusia tak berotak
tanah air Islam diinjak-injak

irama kita
adalah suara siti yang merdu
atau muzik rock yang bingit melegakan
atau suara nasyid yang mendayu-dayu

irama mereka
bulddozer yang menghiasi setiap pagi
ketulan batu yang dicampak ke muka yahudi
Bom yang tak pernah sunyi berbunyi

sungguh sukar kita berada di tempat mereka
kita masih tak sanggup menerima ujian sedemikian mereka

berpisahnya kita dari keluarga cuma sementara
berpisahnya mereka dengan ayah,ibu, adik beradik adalah buat selama-lamanya

tanggisnya kita di dunia adalah kerana gagalnya kita dalam ujian
putusnya cinta atau geramnya pada manusia
tanggisnya mereka di dunia kerana tidak dapat membunuh musuh Allah
kerana gagalnya mereka menemui kesyahidan

Rindu kita hanya bauan pada keluarga tercinta
Pada kekayaan melimpa ruah
pada umur yang panjang
agar keluarga kita lebih makmur membahagiakan

Rindu mereka pada wangian syurga tertinggi…
pada syahid tanpa henti
pada perjumpaan teragung
dengan Ilahi tercinta…

Siapakah kita berbanding mereka?

25 May 06
Muharikah

Monday, September 14, 2009

Malam Al-Qadr: Pencarian Bermula!!

Diambil: Koleksi artikel sumbangan Tukun

HANGAT-HANGATKAN PENCARIAN LAILATUL QADR

"Carilah dengan segala upayamu malam Lailatul - Qadar pada malam-malam yang ganjil daripada 10 akhir dalam Ramadan"
- Hadis riwayat Iman Bukhari r.a.
Mengapa kita harus mencari Lailatul-Qadar?
Jawapnya ialah kerana malam itu satu-satunya malam yang penuh keberkatan dan amal ibadat ketika itu mempunyai nilai pahala yang lebih baik daripada 1000 bulan (Kira-kira 83 tahun 3 bulan).

Pada malam tersebut dengan izin Allah, para malaikat dan Jibril dari Sidratul Muntaha akan turun kebumi untuk bertemu dengan orang yang beriktikaf, bersembahyang, bertasbih, bertahmid dan bertakbir
memohon kebaikan daripada Allah Taala. Para malaikat akan mengaminkan doa mereka itu. Merupakan detik-detik keemasan yang menjanjikan sinar kegemilangan individu muslim untuk merebut syurga Allah dalam kehidupan kekal abadi iaitu di akhirat.

Sianaran matahari esoknya tunduk akur menahan sinaran cahaya malaikat yang sedang bergegas menuju kelangit setelah berhimpun dipelosok bumi pada malam Lailatul-Qadar.

"Pada malam itu, turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikutnya)'-(Surah al-Qadar).
Malam itu penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar (Surah al-Qadar). Dalam hubungan ini Rasaulullah s.a.w bersabda : "Pada tiap- tiap malam Lailatul-Qadar itu, Allah menurunkan rahmat yang meliputi sekelian mukmin di atas muka bumi ini dari timur ke barat. Selebihnya diperintahkan Allah kepada Jibril agar diberikan kepada bayi yang lahir pada malam itu samada oleh ibu yang Islam atau Kafir".
(Kitab Durrah al - Nasihin ).

Kebanyakkan ulama berpendapat, Lailatul-Qadar ialah malam mula diturunkan al- Quran, iaitu pada 17 Ramadan tahun ke 40 setelah Nabi Muhammad dilahirkan.
Rasulullah bersabda: "Lailatul Qadar dikurniakan ke atas umatku dan tidak kepada umat lain"- Hadis riwayat Anas r.a.
Rasulullah pernah memikirkan mengenai umur umatnya yang pendek berbanding umat nabi-nabi yang lain (sekitar 60-70 tahun jarang yang lebih daripada itu). Dengan rahmat Allah dikurniakanNya malam Lailatul-Qadar yang penuh keberkatan itu terlebih baik daripada 1000 bulan.

Hadis lain menyatakan suatu ketika Rasulullah menceritakan dari Jibril kepada para sahabat mengenai seorang yang sangat soleh menghabiskan masa berjihad selama hampir 1000 bulan iaitu pemuda bani Israel bernama Syarm'un al-Ghazi. Hanya bersenjatakan kulit unta Syarm'un dengan mudah menewaskan musuh. Bila haus ketika berjuang Allah terbitkan air yang segar di celah-celah giginya dan ketika lapar Allah tumbuhkan tumbuhan sekelilingnya.

Puak kafir sangat memusuhinya dan akhirnya memperalatkan isterinya dengan tawaran rasuah yang tinggi. Ketika Syarm'un sedang tidur, isterinya mengikat dengan seutas rantai besi namun sebanyak dua kali gagal. Pahlawan Islam ini mempunyai kekuatan luarbiasa hingga
dapat memutuskan rantai tersebut dengan mudah malah cubaan ketiga juga gagal.

Akhirnya Syarm'un dedahkan rahsia kekuatannya kepada isterinya yang disangka tiada apa-apa. "Tiada sesiapa dapat memudaratkan diriku kecuali dengan izin Allah dan tiada siapa dapat mengalahkan aku kecuali dengan sehelai rambutku!" Dedahan ini memerangkap dirinya. Beliau tidak dapat melepaskan diri apabila diikat dengan sehelai rambutnya. Kesempatan ini diambil oleh musuhnya menyeksanya sebelum dibunuh. Pelbagai seksaan dilakukan pada pemuda ini, matanya dikorek, telinganya dipotong dan tubuhnya diikat pada sebatang tiang rumah ditikam-tikam dengan senjata tajam.

Allah mengilhamkan Syarm'un supaya memohon perlindungan dariNya. Lalu pemuda itu memohon agar dapat menggoyangkan tiang supaya dapat merobohkan rumah dan menimpa musuh yang hendak membunuhnya. Doa Syarm'un dimakbulkan apabila dia dapat kekuatan yang luar biasa hingga dapat menggoyangkan tiang yang teguh itu dan membunuh musuh-musuhnya termasuk isterinya ditimpa runtuhan.

Dengan kuasa Allah s.w.t. tubuh Syarm'un yang cedera juga turut pulih serta merta. Syarm'um kemudiannya berpuasa selama hampir 1,000 bulan lagi bagi membalas pertolongan Allah yang menyelamatkan nyawanya. Perjuangan Syarm'un dan kekuatan imannya sungguh luar biasa begitu mengharukan Rasulullah dan para sahabat berdukacita kerana tidak dapat mencapai ganjaran seperti itu. Mereka bertanya akan ganjaran yang diberikan Allah kepada pemuda itu. Baginda menjawab tidak tahu, lalu Allah menurunkan Surah al-Qadar.
Anugerah malam Lailatul-Qadar dengan menghidupkan malamnya mempunyai ganjaran melebihi 1,000 bulan, tidak perlu melakukan jihad sehebat Syarm'un.

Membaca satu ayat al-Quran pada malam Lailatul-Qadar lebih disukai oleh Allah berbanding membaca seluruh al-Quran hingga khatam pada malam-malam lain.
Perbualan nabi Musa a.s yang terkenal suka berdialog dengan Allah.

Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin mendekatiMu?"
Allah: "Apabila engkau menghidupkan malam Lailatul-Qadar!" Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin RahmatMu?"
Allah: "Rahmat dan belas ikhsanKu kepada mereka yang menghidupkan malam Lailatul-Qadar!"
Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin melintasi Titian Siratul Mustaqim selaju kilat"
Allah: "Hanya jika engkau menghidupkan malam Lailatul-Qadar"
Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin duduk dibawah pohon syurgaMu dan menikmati buah-buahannya?"
Allah: "Dirikanlah ibadat pada malam Lailatul-Qadar!"
Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin selamat daripada api neraka?" Allah: "Wahai Musa, carilah keberkatan pada malam Lailatul-Qadar!"

Setiap malaikat mendoakan umat yang bermunajat, itulah kelebihan umat Muhammmad antaranya diampunkan dosa-dosanya pada malam Lailatul-Qadar belum pernah terjadi kepada umat lain sebelum ini. Disamping doa
dan harapan kita umat Islam untuk mendapat kesejahteraan hidup, rezki yang berkat, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang baik dan sebagainya tiada hijab untuk Allah menrima dan memakbulkannya.
Melainkan empat orang yang tiada diampunkan dosanya iaitu:-

1. Orang yang kekal minum arak.
2. Orang yang derhaka kepada ibubapanya. 3. Orang yang memutuskan silaturahim.
4. Orang yang tidak bercakap dengan saudaranya lebih 3 hari.

Lailatul-Qadar membawa makna Malam Kemuliaan dan Kebesaran iaitu malam terkumpulnya keseluruhan al-Quran di Lauhul-Mahfuz sebelum diturunkan secara berperingkat-peringkat selama 23 tahun. Surah Ad-Dhukaan ayat kedua juga di sebut mengenai kemuliaan al-Quran yang diturunkan pada malam Lailatul-Qadar:
"Demi al-Quran! Kitab yang menerangkan kebenaran. Sesungguh Kami telah menurunkan al-Quran itu pada malam yang berkat...(Kami menurunkan al-Quran pada malam berkat itu dijelaskan malaikat tiap-tiap perkara yang mengandungi hikmat serta tetap berlaku),-tidak bertukar atau berubah.

Satu lagi hadis menceritakan mengenai beberapa orang bani Israel menghabiskan masanya lebih 80 tahun menyembah Allah s. w. t. Mereka ialah Nabi Ayub, Nabi Zakaria dan Nabi Yusya. Mendengar itu sahabat Rasulullah s.a w. takjub dan bertanya bagaimana cara untuk menyaingi mereka itu, lalu Rasulullah bacakan Surah al-Qadar.

Ibnu Hazam berpendapat:-

Jika bulan Ramadan 29 hari - maka 10 hari terakhir bermula malam ke 20, maka Lailatul-Qadar jatuh pada malam yang genap.
Jika Ramadan genap 30 hari - maka 10 hari terakhir bermula malam ke 21, maka Lailatul-Qadar jatuh pada malam yang ganjil.

Lailatul-Qadar adalah kurniaan Allah s.w.t kepada umat Muhammad s.a.w. yang tidak ternilai fadhilatnya. Ini ada kaitan dengan umur manusia di zaman akhir ini (Umat Muhammad).

Jibril a.s. berkata kepada Rasulullah s.a.w."Ya Muhammad, tahukah engkau kenapa singkat umur umatmu?"
Tanpa menunggu jawapan, Jibril a.s sendiri menjawab pertanyaan itu "Sebabnya supaya mereka tidak berpanjangan melakukan maksiat ....".

Lailatul-Qadar hanya satu malam sahaja dalam malam bulan Ramadhan. Ulama sependapat mengenai tarikhnya, namun kebanyakkan menyatakan tarikhnya ialah pada malam 27 Ramadhan (Malam 7 likur).
Iman Syafie r. a. menyatakan Lailatul - Qadar pada malam 21 Ramadan dan lain-lain ulama menyatakan pada malam 23, 25 dan 29 Ramadhan.
Ada yang menyatakan daripada 10 malam akhir Ramadhan samada malam yang ganjil atau genap.

Sahibul-Tanbih r a. menyatakan, Lailatul-Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan berdasarkan jumlah huruf kalimah Lailatul-Qadar (Dalam tulisan al-Quran) iaitu jumlahnya 9 didharabkan dengan 3 (Kerana disebut 3 kali dalam asurah berkenaan) lalu dapat 27.

Mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a., Abu al-Hassan menyatakan sejak baligh dia tidak pernah luput dapat menemui malam Lailatul-Qadar itu berdasarkan hari awal Ramadhan seperti berikut :-

Hari Ahad dan Rabu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 29 Ramadhan. Hari Isnin maka Lailatul- Qadar pada malam ke 21 Ramadhan.
Hari Selasa dan Jumaat maka Lailatul- Qadar pada malam ke 27 Ramadhan. Hari Khamis maka Lailatul- Qadar pada malam ke 25 Ramadhan.
Hari Sabtu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 23 Ramadhan.

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. "Sesiapa menghidupkan (Beribadat sepanjang malam) malam Lailatul-Qadar dan mendirikan sembahyang dua rakaat, kemudian memohon keampunan daripada Tuhannya, maka diampunkan dia oleh Allah Taala dan di masukkan kedalam rahmatNya, kemudian disapukan dia oleh Jibril a.s. dengan dua sayapnya. Barangsiapa disapu oleh Jibril dengan sayapnya maka didalam syurgalah tempatnya.....".

Dalam riwayat lain,"Sesiapa mendirikan sembahyang empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah, al-Kauthar dan al-Ikhlas tiga kali, dimudahkan menghadapi sakratul maut, dikecualikan daripada azab
kubur dan dikurniakan empat tiang daripada nur tiap-tiap satunya terdiri 1000 mahligai".

Lantas dirikanlah:-

1. Sembahyang sunat 2 rakaat, setiap kalinya dibaca surah Fatihah 1x dan surah al-Ikhlas 7x.
2. Diikuti bacaan istigfar (Astaghfirullahal azim wa atubuilaihi), zikrullah (La ilaha illallah, Allahuakbar), bertasbih (Subhanallah wal hamdulillah walailaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'azim), selawat (Allahummasholli'ala saidina Muhammad).
3. Sembahyang sunat tahajjud.
4. Sembahyang sunat tasbih.
5. Mereka yang bertemu Lailatul-Qadar akan terus dingin badannya kerana dihampiri dan disalami oleh para malaikat, hendaklah segera membaca: "Allahummainnaka 'afuwwun karim tuhibbul 'afwa fa'fu anni waghfirli".

Membaca surah al-Qadar 7x selepas sembahyang Isyak akan menjauhkan kita dari malapetaka. Tidak menjadi alasan wanita yang haid, walaupun uzur hendaklah memperbanyakkan:-

{ Doa.
{ Beristighfar.
{ Bertasbih.
{ Bertahmid.
{ Bertakbir
{ Bersedekah
{ Menjaga maruah dan akhlak
{ Sentiasa berada dalam keredaan suami (bagi yang berkahwin).
{ Sentiasa berada dalam keredaan ibu bapa (bagi yang tidak berkahwin).

Apabila berakhirnya bulan Ramadhan, menangislah wali-wali Allah, menagislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan segala malaikat kerana berlalu pergi bulan itu. Berlalulah segala kelebihannya:

{ Bulan yang dilipatgandakan pahala dan ganjaran.
{ Bulan yang mudah Allah ampunkan taubat hamba-hambaNya.
{ Bulan yang banyak sekali diturunkan rahmat ke semesta alam dan { Bulan yang terdapat padanya MALAM Lailatul-Qadar!