Monday, March 23, 2009

Waiting in the Underworld...

Sob..sob... isk..isk...isk.... very touching...




MENANTI DI BARZAKH (Waiting in the Underworld)

Ku merintih aku menangis (I moaned I cried)
Ku meratap aku mengharap (I grieved I hoped)
Ku meminta dihidupkan semula (I beg to be raised again)
Agar dapat kembali ke dunia nyata (To be back to the real world)

Perjalanan rohku melengkapi sebuah kembara (My spirit travel completes the exploration)
Singgah di rahim bonda sebelum menjejak ke dunia (Dropped in mommy's womb before stepping into the world)
Menanti di barzakh sebelum berangkat ke mahsyar (Waiting in the underworld before departing to Mahsyar)
Diperhitung amalan penentu syurga atau sebaliknya (The deeds done counted to ensure will it be Heaven or vice versa )

Tanah yang basah berwarna merah semerah mawar dan juga rindu (the wet soil redden as a rose and the yearn)
Tujuh langkah pun baru berlalu seusai talkin bernada syahdu ( 7 steps just passed with the sad talkin)
Tenang dan damai di pusaraku nisan batu menjadi tugu (the peaceful graveyard and gravestone as the monument)
Namun tak siapa pun tahu resah penantianku (yet nobody knows the fidgety I'm feeling)

Terbangkitnya aku dari sebuah kematian (I rised from the death)
Seakan ku dengari tangis mereka yang ku tinggalkan (feels like i could hear the tears of whom I left)
Kehidupan di sini bukan suatu khayalan tetapi ai sebenar kejadian (Life here is not a fantasy but a reality)
Kehidupan di sini bukan suatu khayalan tetapi ia sebenar kejadian (Life here is not a fantasy buat a reality)

Kembali roh kembali kembalilah ke dalam diri (Return spirit, return into me)
Sendirian sendiri sendiri bertemankan sepi (I am alone with loneliness)
Hanya kain putih yang membalut di tubuhku (only white cloth wrapping my body)
Terbujur dan kaku jasad di dalam keranda kayu (Stretched out lengthwise unmoved in a wooden coffin)

Ajal yang datang di muka pintu (death comes to the front door)
Tiada siapa yang memberitahu (nobody tells)
Tiada siapa pun dapat hindari (nobody can avoid)
Tiada siapa yang terkecuali (nobody are unexceptional)

Lemah jemari nafas terhenti tidak tergambar sakitnya mati
Cukup sekali tak sangup untukku mengulangi
Jantung berdegup kencang menantikan malaikat datang
Menggigil ketakutan gelap pekat di pandangan

Selama ini diceritakan kini aku merasakan
Di alam barzakh jasad dikebumikan
Selama ini diceritakan kini aku merasakan
Di alam barzakh jasad dikebumikan

Ku merintih aku menangis
Ku meratap aku mengharap
Ku meminta dihidupkan semula
Agar dapat kembali ke dunia nyata

No comments: